Sabtu, 26 Juli 2008

Untuk calon istriku yang entah siapa dan di mana...?

Andai aku menjadi sendok
Maka engkaulah garpu yang selalu setia menemaniku

Andai aku pohon
Maka engkaulah ranting yang tak terpisahkan

Andai kita adalah burung
Maka kita adalah burung merpati yang selalu menepati janji

Andaikan aku bisa memetik bintang
Akan kupetik bintang yang paling bagus yang kau sukai

Andai aku bisa membawamu ke bulan
Akan kubawa berkeliling melihat keindahannya

Andai aku menjadi orang kaya
Akan kubelikan semua permata yang paling mahal di dunia ini
Agar kau bisa memakainya

Andaikan aku seorang raja
Akan kubikinkan istana yg paling megah
Yang tak pernah ada di dunia ini

Tapi aku hanyalah manusia biasa
Bukan sendok, burung, atau orang kaya, apalagi raja

Terimalah aku
Apa adanya, ..............???

Hari ini lembaran terindah

Hari ini lembaran terindah
Saat ini usiamu bertambah
Tak terasa sudah
Kita lewati hari dengan cinta
Dari waktu lalu hingga kini

Kali ini kamu lebih berarti
Saat aku memandang dirimu
Begitu indahnya
Kita hadapi waktu dengan cinta
Di dari dulu hingga masa nanti

Perjalanan waktu takkan melihat
Siapa dan apa dari diri kita
Tapi bagaimanakah kita mengisi hidup ini
Menjadi lebih indah
Saat hari ulang tahunmu

Selamat ulang Tahun ...
Slamat Ulang Tahun Cinta

Kembali ke Titik Zero

Lelaki itu tergesa-gesa mengayuh sepedanya. Jarak 1, 5 KM antara rumah dan eki hanya ia tempuh dengan waktu 10 menit saja, hal itu ia lakukan setiap hari, dari senin sampai jum`at, dalam satu pekan. Hanya ada satu tekad dalam hatinya bahwa ia tidak boleh terlambat sampai ke tempat kerja.

Sudah satu bulan ia menjalani profesinya sebagai kaisha-in di sebuah perusahaan Jepang. Dan sekarang memasuki bulan kedua ia bekerja. Sebenarnya, ia bekerja di bidang Networking System pada perusahaan tersebut, namun karena baru masuk, maka ia harus menjalani masa training 2 bulan, yaitu training pada bidang produksi dan marketing. Selanjutnya jika sudah melalui masa training, ia akan bekerja sesuai dengan bidangnya.

Ada hal yang menarik yang pernah ia alami selama masa training. Ketika memasuki bulan kedua bekerja, ia mendapat tugas menjual produk perusahaan tersebut di sebuah toko khusus barang-barang elektronik, tempatnya di Shinjuku-Shi.

Ada dua orang yang ditugaskan dari perusahaan untuk berjualan di tempat itu, yaitu dia dan satu orang temannya. Selama berjualan, temannya itu tidak mau bersikap selayaknya orang yang sedang jualan, ia enggan mengucapkan "iresshaimasse", kata-kata yang biasa diucapkan ketika ada konsumen datang, ia hanya berdiri dan jalan-jalan di seputar counter. Selain itu, teman satu timnya itu selalu menginginkan pulang lebih awal tidak sesuai dengan jam kerja.

Ia merasa tidak cocok dengan temannya, namun ia menahan diri untuk tetap bersabar. Ia lakukan tugasnya selayaknya seorang penjual. Ia semangat dalam menyambut konsumen dengan ucapan-ucapan "irashaimasse", membersihkan produk-produk perusahaan dengan "kemoceng" dan pulang sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Namun, semakin hari, sikap temannya semakin membuatnya jengkel. Temannya tidak bisa diajak bekerjasama, meskipun sebenarnya temannya itu sering dimarahi oleh "bos", karena tidak bekerja dengan baik. Padahal, etos kerja akan mempengaruhi hasil.

Benar saja... Sudah kurang lebih 2 pekan tidak ada satu produk pun yang terjual. Ia sempat kecewa...karena hal ini akan mempengaruhi nilai kinerja dia di mata perusahaan, karena setelah training ia harus mempresentasikan hasil trainingnya itu. Jika memang hasilnya nol, maka ia akan merasa kecewa sekali, karena selama ini ia telah bekerja keras dan berusaha sebaik mungkin untuk bisa menjual produk perusahaan.

Kembali lelaki itu tergesa menuju eki, ini adalah hari terakhir ia bekerja sebagai penjual produk perusahaannya. Ketika keluar dari rumahnya, ia sempat khawatir, sudah hari terakhir tapi belum satu produk pun yang terjual. Namun ia tetap menjalankan amanah kerjanya dengan semaksimal mungkin. Ia tetap semangat dalam menawarkan barang-barang pada konsumen.

Masa-masa terakhir berjualan, ia benar-benar pasrah pada Allah, dalam hatinya diam-diam ia berdoa, hanya Allah yang tau apa yang ia minta. Ia pasrah, ia ridho apa yang akan Allah tetap kan baginya, sampai akhirnya, ketika ia sedang berdiri menunggu konsumen di dekat salah satu produk perusahaan, ada seseorang yang memanggilnya dan bertanya seputar produk yang dijualnya, kemudian orang tersebut membelinya.

Alhamdulillah ya Allah... Hanya itu yang bisa ia ungkapkan... Ternyata ia berhasil menjual produk perusahaannya meskipun hanya 1. Kemudian ia tersadar, subhanallah... Kenapa Allah memberikan kesempatan ini padanya, bukan kepada temannya...ia berfikir jika saja yang berdiri di sana adalah temannya itu, maka temannya yang akan berhasil menjual. Tetapi memang Allah Maha Adil, apa yang ia tanam maka ia sendiri yang akan menuai dan kualitasnya akan sesuai dengan bibit yang di tanam.

Selain itu, biasanya pertolongan Allah akan datang ketika manusia sudah benar-benar ada pada titik zero... Yaitu titik kepasrahan sepenuhnya kepada Allah, tidak ada lagi faktor eksternal yang mempengaruhi keyakinannya terhadap ketentuan Allah, di mana Tawakkal sudah memenuhi jiwanya.

Maka, kembalilah pada titik zero.pasrah sepenuhnya kepada Allah setelah berikhtiar dengan kesungguhan, kembalilah pada Allah yang menentukan segalanya.

Faidzaa`azzamta fatawakkal`alallah...

Wallahua`lam bisshawwab...

Setitik hikmah dalam kehidupan.

lowongan kerja

Bagi anda yang masih mencari pekerjaan sebaiknya anda perhatikan beberapa hal penting agar anda bisa mendapatkan karir yang anda idam-idamkan. Banyak human resources di perusahaan tidak ingin repot lagi untuk melatih para karyawan dan menyisihkan calon pegawai yang tidak memiliki pengalaman sama sekali. Hal ini dikarena untuk efisiensi kerja. Calon karyawan yang serba bisa tentu menjadi pertimbangan utama daripada mereka yang hanya memiliki kemampuan dalam satu bidang saja.

Ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh perusahaan, jadi tidak ada salahnya jika anda siasati dengan beberapa langkah dibawah ini.

  • Yang pertama adalah anda harus mengetahui diri anda sendiri. Ketahuilah bakat dan minat anda sendiri. Jika anda tidak mengetahui hal itu maka perusahaan juga akan mempertimbangkan anda sebagai karyawan mereka.
  • Harus mengetahui apa yang ingin anda lakukan. Perusahaan lebih suka memilih orang dengan kemampuan dan keahlian tertentu meski untuk kepandaian lain anda sedikit menguasainya. Memiliki keahlian khusus akan memudahkan perusahaan untuk menempatkan anda di bidang yang tepat.
  • Teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang amat pesat. Jadi jangan segan membuka internet untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat. Tetapi jangan menelan mentah-mentah apa yang tersaji di internet karena anda tetap harus kritis.
  • Perusahaan mencari karyawan yang ‘cocok’ dengan budaya kerjanya. Pastikan tingkah laku anda sudah memenuhi kaidah kesopanan. Meski memiliki keahlian tinggi tapi attitude anda kurang mengena, biasanya hanya akan menjadi bumerang untuk mendapatkan pekerjaan impian.
  • Ciptakan sesuatu yang sesuai dengan apa yang sudah anda tulis dalam CV. Kepribadian dan tindak tanduk tidak dapat diungkapkan dalam CV tapi dilakukan lewat wawancara. Perusahaan akan menilai Anda dari hasil wawancara, apakah anda cukup memiliki motivasi untuk melakukan pekerjaan itu?
Jangan tanyakan “hal tabu”. Jika anda dinyatakan gagal, sudah pasti anda akan merasa kecewa. Tapi sebaiknya anda jangan tanyakan hal tersebut tapi anda pertanyakan apa yang bisa anda lakukan agar menjadi lebih baik. Dengan begitu, kemungkinan anda akan mendapatkan kesempatan untuk kedua kalinya. Semoga anda berhasil.

Jangan Pernah Berhenti...

Bismillah...

Hidup terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia. Setiap dimensi kehidupan telah dan akan dilalui, yang kemudian akan bermuara pada kembalinya diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Sedih, kesal, penat, bosan, marah, emosi dan sebagainya adalah sisi lain dari indahnya hidup. Ketika manusia mau menikmati kesenangan hidup, maka ia pun harus berani menghadapi sisi lain dari kehidupan.

Adalah fitrah manusia, ketika Allah memberinya ujian maka perasaan kesal, marah, emosi, mudah mengeluh muncul dalam diri. Semua manusia akan merasakan hal yang sama, yang membedakan adalah penyikapan terhadap ujian perasaan tersebut.

Ada, bahkan mungkin banyak yang menjadikan marah dan emosi sebagai masinis dalam dirinya, mempermainkan fluktuasi keimanan, sehingga akan berujung pada kesia-sian yang berkepanjangan dan kerugian yang banyak. Masalah tidak akan begitu saja berlalu dan selesai dengan emosi, marah dan keluhan. Disisi lain, tidak akan ada amalan yang di dapat ketika hal tersebut menguasai diri. Jadi 2 kerugian yang akan di peroleh, masalah yang semakin rumit dan energi yang terbuang, tidak menjadi amal.

Namun tidak sedikit yang menjadikan sabar dan syukur sebagai qawwan dalam dirinya dan menguasai ruhnya. Ia berusaha bersabar dan mencoba untuk terus bersabar dalam menunaikan amanah ujian dari Allah, hingga akhirnya ia akan mencapai pada titik klimaks kemenangan. Ya... Hakikatnya, ujian adalah amanah yang harus tertunaikan dan buahnya adalah kemenangan.

Hidup memang tidak mudah, tetapi kemudahan dapat di hidupkan. Kepenatan, kemarahan, turunnya kualitas ibadah dan kegersangan ruhiyah adalah titik klimaks dari kelalaian seorang hamba dalam menjalani ujian hidup. Matikan kelalaian itu dengan hati yang hidup dalam mewujudkan kemudahan hidup.

Berhentilah sejenak saudaraku... Berhentilah di sini...

Berhentilah di terminal ruhiyah, agar hati damai dan tenang terasa hingga tulang sum-sum.

Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu dalam keistiqamahan.

Jangan pernah berhenti, untuk selalu bermunjat pada-Nya ketika kegalauan dan kepenatan hati telah menguasai diri...

Jangan pernah berhenti, untuk selalu memohon dan meminta pada-Nya ketika cita-cita telah sirna namun asa masih menggunung...

Jangan pernah berhenti, untuk selalu memupuk semangat dan keoptimisan ketika hati mulai rapuh dan patah, sampai Allah memberikan kemenangan.

Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu melantunkan bait-bait doa meskipun di kantor, jalan, sekolah, kampus, pasar, kendaraan, kereta, pesawat....dan di hati ini... Allah Maha Mendengar bisikan hati...

"Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya. " (Shaidul Khatir, 375). Begitulah nasihat dari Ibnul Jauzi.

Jangan pernah berhenti untuk selalu berusaha ikhlas dan tawadhu mengumpulkan butiran-butiran amal dalam setiap fase hidup, karena kelak ia yang akan menjadi kawan kita ketika menemui Rabb Semesta Alam...

Jangan pernah berhenti untuk selalu memohon pada-Nya kembali yang baik dan khusnul khatimah, karena akhir yang baik adalah muara dari kasih sayang Allah.

Ya..jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar, berdoa dan bersabar dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah.

Allahua`lambisshawaab...

Setitik hikmah dari samudera hikmah...